Panduan Cepat Hamil

Panduan Cepat Hamil
Cara Pesan Buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil tersebut, anda tinggal klik gambarnya, nanti isi saja Formulir Pemesanan Paket Cepat Hamil dr Dr.Rosdiana Ramli,SpOG, yang di tahun 2015 ini semakin dipercaya dan telah berhasil menolong banyak pasutri yang sulit hamil sekarang sudah memiliki momongan atau bayi yang lucu - lucu.

Sunday, 15 August 2010

Permainan Tradisional ‎

Hotel - BANYAK permainan dan mainan zaman dulu (jaman baheula) atau tradisional keberadaannya kini megap-megap. Bahkan di antaranya sudah punah. Padahal dari permainan tradisional ini banyak nilai dan makna yang bisa digali, terutama untuk kalangan anak-anak.

Hotel di Semarang Hadirnya permainan modern serta berkembangnya industri komputer dan internet bukan salah satu penyebab tergesernya permainan tradisional. Kepedulian masyarakat dan kalangan orangtualah yang bisa jadi menjadi penyebab utama tergesernya permainan tradisional. Keengganan kalangan orangtua mengajarkan atau mengajak bermain anak-anaknya dengan permainan tradisional membuat si anak tidak tahu jenis permainan ini.

Para orangtua lebih senang memberikan permainan serbamodern yang tidak membutuhkan kehadiran mereka untuk mendampingi. Padahal pada permainan modern, kehadiran orangtua sangat dibutuhkan untuk saling berkomunikasi. Permainan modern cenderung membuat anak egois dan tidak peduli sesama. Tidak hanya itu, ketahanan fisik si anak pun tidak dibangun, akibatnya anak gampang terserang penyakit dan sebagainya.

Berbeda dengan permainan tradisional yang lebih menitikberatkan pada lingkungan, sosialisasi, kreativitas, ketahanan fisik, keuletan, dan kepedulian pada sesama si pemainnya. Makanya tidak heran, jika anak-anak yang memainkan permainan dan mainan tradisional kondisi tubuhnya lebih baik dan stabil dibanding anak yang memainkan permainan modern.

Adalah Komunitas Hong di bawah asuhan Mohammad Zaini Alif yang berusaha mengembangkan dan mengangkat kembali permainan tradisional ini. Tidak kurang dari 200 jenis permainan dan mainan tradisional diangkat dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat yang ada di kabupaten kota di Jabar. Ternyata masyarakat pun menyambut antusias upaya ini. Pasalnya, banyak anggota masyarakat yang sudah kehilangan infomasi maupun referensi tentang permainan tradisional ini.

Beberapa minggu lalu, sejumlah permainan dan mainan tradisional dilombakan dalam Festival Kaulinan Urang Lembur atau Alimpaido. Tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan Alimpaido yang diikuti peserta dari kabupaten kota di Jabar.

Dari sekian permainan dan mainan tradisional, permainan sondah dan bedil jepret menjadi daya tarik tersendiri.

Permainan sondah dan bedil jepret saat ini hampir tidak dikenal lagi oleh anak-anak. Apalagi tidak ada orang yang mengajarkan permainan ini kepada mereka. Untuk mengenal kembali persondah dan bedil jepret, penulis sengaja menyajikannya berikut makna yang terkandung di dalamnya.

Sondah, mandah atau engkle sama saja.

Permainan melewati kotak-kotak yang digambar di tanah ini biasanya memiliki berbagai bentuk. Mulai dari yang empat kotak berderet atau delapan kotak berdampingan yang dinamakan sondah raja. Sondah kolecer lain lagi, menyerupai baling-baling. Ada juga sondah kapal dan sondah baju atau sondah gunung. Semua jenis sondah sama cara permainannya, melewati kotak-kotak itu dengan satu kaki. Dimulai dengan melemparkan batu atau pecahan genting pada kotak pertama, kemudian melewati kotak-kotak yang kosong sampai kembali pada kotak berisi genting tadi. Dilanjutkan dengan cakteu, melewati kotak-kotak tersebut dengan kepala tengadah atau tak melihat. Diakhiri dengan menjatuhkan genting atau bintang dengan membelakangi bidang atau tanpa melihat. Jika genting atau batu itu tidak keluar dari kotak maka kotak itu menjadi miliknya dan ditandai. Pemain lain tidak boleh menginjak kotak tersebut.

Sondah mandah berasal dari kata Sunday dan Monday, nama-nama hari. Dalam sondah jenis ini kotak yang ada ditandai dengan nama hari, Senin, Selasa sampai Minggu. Diawali dari bumi atau earth sampai surga atau heaven. Permainan ini mengajarkan kepada anak-anak untuk menapaki setiap hari dengan selalu berusaha keras sampai mendapatkan tempat di bumi ini, bahkan di surga. Usaha keras itu di tandai dengan gerakan yang dilakukan oleh pemain atau anak-anak dalam melewati kotak-kotak yang ada.

Permainan ini banyak tersebar di berbagai daerah dengan nama berbeda. Mulai dari sondah-mandah, engkle, pecle hingga taplak (Sumatra). Bahkan negara lain pun mengenalnya. Seperti escargot (Prancis), tagala gala (Nigeria), la royuela (Honduras), chily (India), dan hop scotch (Eropa).

Bedil jepret

Mainan ini bida dimainkan sendiri atau berkelompok. Jika sendiri maka fokusnya ketepatan dan jika berkelompok maka saling menembak, tapi ini jarang dilakukan. Mainan ini terbuat dari bambu dan memanfaatkan kelenturannya, pemain bisa melontarkan pelurunya berupa biji salak. Dimainkan sambil menunggu orangtua di sawah atau ladang. Tapi kadang dimainkan bersama di sekitar tempat tinggal bersama teman.

Caranya masukkan biji salak atau kerikil dari lubang bagian atas. Kemudian bambu dilengkungkan, ditekan kea tas hingga terlepas dan peluru terlontar. Mainan ini berwarna cokelat karena menggunakan bambu tua dan kering. Tapi ada juga yang hijau karena bambunya belum kering. Bedil jepret bukan mainan sekali pakai. Mainan ini bisa dipakai sampai kelenturan bambunya hilang.

Permainan ini menggambarkan kesadaran orang Sunda akan potensi alamnya. Mereka memanfaatkan bambu dengan kelenturannya yang tinggi. Dengan mengenal potensi alam tersebut anak-anak mempelajari dan mempersiapan masa depannya.

No comments:

Post a Comment